Kampung Sindu: Jejak Islam dan Situs Kerukunan di Keramas, Gianyar, Bali

I Nyoman Yoga Segara

Abstract


There are several historical sources that reveal the entry and development of Islam in Bali, both from the studies of historians and Babad Dalem. Base on the field and study documents obtained information that although there are a few differences in interpretation, almost all of these historical sources state that the entry of Islam was not through violence, but was brought by King Gelgel, who migrated due to the collapse of Majapahit. When Gelgel as the epicenter of the kingdom in Bali encountered a setback and a split, Muslim migrants who came from Java, Makassar, and Lombok were employed as soldiers to defend the kingdom from attacks. After the war, the soldiers were given shelter in the form of land supply. They create unique villages according to their ancestral tribes, such as Kampung Jawa, Kampung Bugis, or Kampung Sasak. This article aims to explore the history and the development of Islam in the township in question, one of them Kampung Sindu. Kampung Sindu is one of the Islamic communities of the Sasak tribe, Lombok, which inhabits the catu land in the village of Keramas, Gianyar Regency, Bali. The results of the research shows that they mix in sosial, cultural, and religious life and become an integral part of the village, particularly in the field of palemahan and pawongan. They build harmony sites with totality. Tolerance is maintained based on shared values through local wisdom. They have become Balinese Muslims.

Keywords: Kampung Sindu, Keramas Village, Islamic Footprint, Harmony Site


Ada banyak sumber sejarah yang menceritakan masuk dan berkem­bangnya Islam di Bali, baik dari kajian para sejarawan maupun Babad Dalem. Berdasarkan penelitian lapangan dan studi dokumen diperoleh keterangan bahwa meskipun terdapat sedikit perbedaan tafsir, namun hampir semua sumber sejarah menyatakan masuknya Islam tidak melalui jalan kekerasan, tetapi dibawa oleh raja Gelgel, ikut bermigrasi karena runtuhnya Majapahit, dan jalur niaga di pesisir. Saat Gelgel sebagai episentrum kerajaan di Bali mengalami kemunduran dan perpecahan, pendatang Islam yang datang dari Jawa, Makassar dan Lombok banyak dijadikan prajurit untuk melindungi kerajaan dari serangan sesama kerajaan lain serta menghadapi kolonial Belanda. Setelah peperangan, para prajurit itu diberikan tempat tinggal berupa tanah catu dan sampai saat ini masih menjaga hubungan baik dengan keluarga kerajaan. Mereka membangun perkampungan yang unik dan khas, sesuai suku leluhurnya, seperti Kampung Jawa, Kampung Bugis, atau Kampung Sasak. Artikel ini bertujuan untuk menelusuri sejarah dan perkembangan Islam di perkam­pungan yang dimaksud, salah satunya Kampung Sindu. Kampung Sindu adalah salah satu komunitas Islam dari suku Sasak, Lombok yang men­diami tanah catu kerajaan di desa Keramas, Kabupaten Gianyar, Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sosial, budaya dan agama, mereka berbaur dan menjadi bagian integral dari desa pakraman, khususnya di bidang palemahan dan pawongan. Situs keru­kunan mereka bangun dengan totalitas. Toleransi dipelihara berdasarkan nilai bersama melalui kearifan-kearifan lokal. Mereka telah menjadi orang Bali beragama Islam.

Kata Kunci: Kampung Sindu, Desa Keramas, Jejak Islam, Situs Kerukunan


Keywords


Kampung Sindu; Desa Keramas; Jejak Islam; Situs Kerukunan;

Full Text:

PDF-INDONESIAN

References


Affandi, Nurkholik. 2012. “Harmoni Dalam Keragaman (Sebuah Analisis tentang Konstruksi Perdamaian Antar Umat Beragama)” dalam Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan Vol. XV, No. 1: 71-84.

Agung, Arnawa. t.t. I Gusti Agung Maruti. Tanpa Tempat dan Nama Penerbit.

Ardhi, Agung Wiyat S. 2013. Jejak Sejarah. Kedatangan Islam di Keramas Ngiring Ida I Gusti Agung. Gianyar: Bhadrika Ashrama Puri Anyar Keramas.

Barth, Fredrik. 1993. Balinese Worlds. The University of Chicacgo Press, Chicago.

Basyar, Hamdan M. 2016. “Muslim di Klungkung, Karangasem, dan Bangli: Suatu Catatan Pendahuluan” dalam Masyarakat Muslim Bali di Klungkung, Karangsem dan Bangli. Yogyakarta: Calpulis.

Fadillah, Moh Ali. 1986. Makam-Makam Kuno di Pulau Serangan dan Beberapa Makam di Kabupaten Badung, Bali. Suatu Kajian Arkeologis. Denpasar: Skripsi, Universitas Udayana.

Fadillah, Moh Ali. 1999. Wrisan Budaya Bugis di Pesisir Selatan Denpasar. Nuansa Sejarah Islam di Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Hakim, Bashori A. 2013. “Peran Pemerintah Daerah dan Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kota Denpasar dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama” dalam Bashori A. Hakim (Ed.). Peran Pemerintah Daerah dan Kantor Kementerian Agama. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

Karim, M. Abdul. 2016. “Toleransi Umat Beragama di desa loloan, Jembrana, Bali (ditinjau dari Perspektif Sejarah)” dalam Analisis, Vol. XVI, No. 1: 1-32.

Koentjaraningrat (Ed.). 2007. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Laporan Napak Tilas Majalah Jelajah. “Segitiga Emas Dakwah Islam Pulau Dewata”. Edisi 08/Thn. 1/Maret 2010.

Laporan Napak Tilas Majalah Jelajah “Tak Ada Kudeta terhadap Kerajaan Bali”. Edisi 18/Th 2/Januari 2011.

Halimatusa’diah. 2018. “Peranan Modal Kultural dan Struktural dalam Menciptakan Kerukunan Antarumat Beragama di Bali” Jurnal Harmoni Vol. 17. No. 1: 43-65.

Mahin, Marko. 2009. “Kaharingan: Dinamika Agama Dayak di Kalimantan Tengah”. Disertasi. Depok: Program Pascasarjana Antropologi, FISIP, UI.

Mashad, Dhurorudin. 2014. Muslim Bali Mencari Kembali Harmoni yang Hilang. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Muchtar, Ibnu Hasan. 2013. “Peran Kelompok Keagamaan dalam Pemeli-haraan Kerukunan Umat Beragama (Studi Kasus Desa Adat Angantiga, Petang, Badung, Bali)”. Jurnal Harmoni. Vol 12. No. 3: 136-152.

Pageh, I Made, Wayan Sugiartha, Ketut Sedana Artha. 2013. “Analisis Faktor Integratif Nyama Bali-Nyama Selam, Untuk Menyusun Buku Panduan Kerukunan Masyarakat Di Era Otonomi Daerah”. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. Vol. 2, No. 2: 239-248.

Parimartha, I Gede. 2004. “Desa Adat, Desa Dinas, dan Desa Pakraman di Bali: Tinjuan Historis Kritis” dalam I Wayan Ardika dan Darma Putra (Ed.). Politik Kebudayaan dan Identitas Etnis. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana dan Balimangsi Press.

Parimartha, I Gede, dkk. 2012. Bulan Sabit di Pulau Dewata. Jejak Kampung Islam Kusamba-Bali. Yogyakarta: CRCS.

Piliang, Yasraf Amir. 2003. “Konsep Heteronomi sebagai Strategi Kultural Otonomi Daerah Perbandingan”. Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Poestaka, No. 6 Tahun XIV. Agustus.

Reslawati. 2017. “Hindu di Bali: Keseimbangan Hidup melalui Agama, Budaya dan Adat (Studi pada Klan Pura Keluarga di Pura Kawitan Dalem Pande Majapahit di Denpasar)” dalam I Nyoman Yoga Segara (Ed.). Dimensi Tradisional dan Spritual Agama Hindu. Jakarta: Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Rudyansjah, Tony. 2009. Kekuasaan, Sejarah, dan Tindakan. Sebuah Kajian Tentang Lanskap Budaya. Jakarta: Rajawali Press.

Segara, I Nyoman Yoga. 2018. “Pura Langgar: Representation of Hindu and Islamic Relation in Bunutin, Bangli”. Proceedings of International Seminar Bali Hinduism, Tradition, and Interreligious Studies. Universitas Hindu Indonesia. H. 185-191.

Segara, I Nyoman Yoga. 2018. “The Cultural Treasures of Kampung Bugis in the Customary Village of Serangan, Denpasar”. Journal Heritage Nusantara. Vol. 7 No 1: 94-118.

Subagia, I Nyoman. 2014. “Realisasi Toleransi Umat Hindu dan Islam dalam Aktivitas Keagamaan di Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar”. Hasil Penelitian IHDN Denpasar.

Suputra, Pande Made. 2006. “Identitas Etnis dan Otonomi Daerah dalam Membangun Multikulturalisme di Indonesia” dalam I.B.G. Pujaastawa (Ed.). Wacana Antropologi Kusumanjali untuk Drs. I Wayan Geriya. Denpasar: Pustaka Larasan.

Soerjanto, Poespowardojo. 1986. “Pengertian Local Genius dan Relevansinya dalam Modernisasi” dalam Ayatrohaedi (Ed.), Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.

Tim Peneliti. 1997/1998. Sejarah Masuknya Islam di Bali. Denpasar: Bagian Proyek Bimbingan dan Dakwah Agama Islam Propinsi Bali.

Wijaya, Nyoman. 2004. “Menjadi atau Memiliki Hindu: Pluralisme Agama di Bali dalam Dimensi Sejarah” dalam I Nyoman Darma Putra (Ed.). Bali Menuju Jagathita: Aneka Perspektif. Denpasar: Bali Post.




DOI: http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v16i2.563

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF-INDONESIAN - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone: +6281299366151
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


View My Stats
Creative Commons Licence
Jurnal Lektur Keagamaan by Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur.