Pertumbuhan Lembaga Pendidikan Islam di Kerajaan Langkat Pada Tahun 1912-1942

Muaz Tanjung

Abstract


Before the establishment of the Islamic Kingdom of Langkat, the people there have embraced Islam. This is because Langkat is adjacent to Aceh, which had already been ruled by an Islamic empire and it broadcast Islam to various regions, including the east coast of Sumatra. The Kingdom of Langkat, especially after relocated its Capital  to Tanjung Pura, had made Islam as a main reference and political legitimacy of the Sultan and the Kingdom in general. As a consequence, Islam is practiced by the majority of Muslim community and reflected in various fields. At the beginning of the 20th century in East Sumatra there emerged publicly funded educational institutions, including those in Langkat. However, religious subjects are not officially acknowledged. Seeing this situation, the Sultan and other Muslims felt responsible for establishing an independent Islamic educational institution. Although Islamic education was preiously taught to Muslim children, but its implementation was largely limited in mosques or private homes. The Kingdom was destined to improve the quality of Islamic education through building an independent educational institution.

Keywords: Education, Islamic Empire, Langkat, Sumatera, Indonesia

 

Sebelum berdirinya kerajaan Langkat, masyarakat di sana telah me­me­luk agama Islam. Hal ini dikarenakan wilayah Langkat berbatasan dengan Aceh yang telah memiliki kerajaan Islam dan menyiarkan Islam ke berbagai daerah, terutama di pantai timur Sumatera. Kerajaan Langkat terutama setelah berpusat di Tanjung Pura, menjadikan agama Islam sebagai pedoman dan legitimasi terhadap kebijakan-kebijakan sultan dan kerajaan secara umum. Masyarakat yang mayoritas beragama Islam dalam berbagai dinamika kehidupannya mencerminkan perilaku keislaman yang kuat. Di awal abad ke-20 M di Sumatera Timur banyak berdiri lembaga pendidikan umum, termasuk di Langkat. Namun demikian, pelajaran agama secara resmi tidak dibenarkan. Melihat keadaan ini, sultan dan umat Islam lainnya merasa bertanggungjawab untuk mendirikan lembaga pendidikan Islam yang berdiri sendiri. Meskipun pada masa sebelumnya pendidikan Islam tetap diajarkan kepada anak-anak Muslim, namun pelak­sanaannya masih berlangsung terbatas hanya di masjid atau rumah-rumah pribadi guru. Oleh karena itu Kerajaan Langkat terdorong untuk mening­katkan mutu pendidikan Islam dengan membangun lembaga pendidikan yang berdiri sendiri.

Kata kunci: Pendidikan, Kerajaan Islam, Langkat, Sumatera, Indonesia

 


Keywords


Pendidikan; Kerajaan Islam; Langkat; Sumatera; Indonesia;

Full Text:

PDF-INDONESIAN

References


A Hasymy, Kebudayaan Aceh dalam Sejarah (Jakarta: Benua, 1983)

Abudin Nata (ed.), Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Grasindo, 2001)

Akmaluddin Syahputra (Ed), Sejarah Organisasi Pendidikan Sosial Jam’iyah Mahmudiyah Lithalabil Khairiyah Tanjung Pura Langkat (Bandung: Perdana Mulya Sarana, 2012)

Akmaluddin Syahputra (Ed.). Sejarah Organisasi Pendidikan dan Sosial Jam’iyahMahmudiyah Lithalabil Khairiyah Tanjung Pura Langkat (Medan: Citapustaka Media Perintis, 2012)

Akmaluddin Syahputra, Sejarah Ulama Langkat dan Tokoh Pendidik Jam’iyah Mahmudiyah li Thalibil Khairiyah Tanjungpura Langkat (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2012)

Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, cet. 2 (Ciputat: Logos, 2000)

Deli Gids 1938 (t.t.p: t.p., 1938)

Haidar Putra Daulay, Historisitas dan Eksistensi Pesantren Sekolah dan Madrasah (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2001)

Haidar Putra Daulay, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidi¬kan Islam di Indonesia, (Bandung: Citapustaka Media, 2001)

Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan (Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1999)

Khairul Ikhwan,Pangkalan Brandan, Sumur Perintis Berusia 122 Tahun, http://finance.detik.com/read/2007/03/08/125226/751¬565/ 4/pangkalan-brandan-sumur-perintis-berusia-122-tahun

Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1995)

Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1995)

Sejarah Ulama-Ulama Terkemuka di Sumatera Utara (Medan: Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, 1983)

Snouck Hurgronje, Aceh: Rakyat dan Adat Istiadatnya (Jakarta: INIS, 1991)

Tuanku Luckman Sinar Basarshah, Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur, (t.t.p: t.p., t.t.)

Wahjoetomo, Perguruan Tinggi Pesantren (Jakarta: Gema Insani Press, 1997)




DOI: http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v15i2.526

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF-INDONESIAN - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone: +6281299366151
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


Creative Commons Licence
Jurnal Lektur Keagamaan by Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur.