Varian Islam Nusantara: Jawa, Minangkabau dan Gorontalo

Donald Qomaidiansyah Tungkagi

Abstract


This article discusses how the encounter of Islam and culture in Indonesia, and how Islam on one hand  affects culture and on the other hand it is influenced by culture. The encounter between Islam and local culture has formed a new habitat that is later called the Islamic Nusantara tradition. The findings in this article prove that the interaction of Islam with local culture occurs in a socio-historical context influenced by the pattern of the spread of Islam in the archipelago. By using the theory of Taufik Abdullah in this article the author compares the three variants of Islamic Nusantara with the pattern and uniqueness of each form: a) Javanese variant, there is a process of acculturation between Islam and culture which are equally strong. The Javanese Islamic variant describes the result of a reconciliation process between identity, belief and the style of Javanese and Islam as "Mystic Synthesis". B) Minangkabau variant, born from "Negotiation of Islam and Adat" as a very thick area of Islamic and customary nuances make the dimensions in Islamic variants in Minangkabau cannot be separated from the conflict between the two parties who gave the role. C) Gorontalo variant, with different Islamiza­tion process with other kingdoms in the Nusantara in general. Since the early period of Islamic encounter with Gorontalo culture, there has been more tangible "Integration between Islam and Adat".

 Keywords: Java, Minangkabau, Gorontalo, Islam Nusantara


Artikel ini mendiskusikan bagaimana perjumpaan Islam dan budaya di Indonesia, dan bagaimana Islam pada satu sisi berpengaruh terhadap budaya dan di sisi lain dipengaruhi oleh budaya. Perjumpaan antara Islam dan budaya lokal telah membentuk habitat baru yang belakangan disebut tradisi Islam Nusantara. Temuan dalam artikel ini membuktikan bahwa interaksi Islam dengan budaya lokal terjadi dalam konteks sosio-historis yang dipengaruhi pola penyebaran Islam di kawasan Nusantara. Dengan menggunakan teori Taufik Abdullah dalam artikel ini penulis memban­ding­kan tiga varian Islam Nusantara dengan corak dan keunikannya masing-masing diantaranya: a) Varian Jawa, terjadi proses akulturasi an­tara Islam dan budaya yang sama-sama kuat. Varian Islam Jawa meng­gambarkan hasil proses rekonsiliasi antara identitas, keyakinan serta gaya Jawa dan Islam ini dengan sebutan “Sintesis Mistik”. b) Varian Minang­kabau, lahir dari “Negosiasi Islam dan Adat” sebagai wilayah yang sangat kental nuansa Islam dan adat membuat warna dalam varian Islam di Minangkabau tidak lepas dari dari konflik antara dua pihak yang memberi peranan tersebut. c) Pola Gorontalo, dengan proses Islamisasi yang ber­beda dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara pada umumnya. Sejak periode awal perjumpaan Islam dengan budaya Gorontalo lebih berwujud “Integ­rasi antara Islam dan Adat”.

Kata kunci: Jawa, Minangkabau, Gorontalo, , Islam Nusantara

 


Keywords


Jawa; Minangkabau; Gorontalo; Islam Nusantara;

Full Text:

PDF-INDONESIAN

References


Abdullah, Taufik. Islam dan Masyarakat, Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta: LP3ES, 1987.

Amin, Basri, Islam, Budaya dan Lokalitas Gorontalo, (tt, tt).

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVII: Akar Pembaruan Islam Indonesia, Edisi Perenial, Jakarta: Kencana, 2013.

__________. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan, 2002.

__________. “Islam Nusantara: Islam Indonesia”, http://www. repub-lika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/06/25/nqgl54-islam-nusantara-islam-indonesia-2 diakses 25 November 2016.

Bakri, Syamsul . Peta Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta: Fajar Media Press, 2011.

Beatty, Andrew. Variasi Agama di Jawa: suatu pendekatan antro-pologi, terj: Achmad Fedyani Saefuddin, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001.

Bizawie, Zainul Milal. “Islam Nusantara Sebagai Subjek dalam Isla-mic Studies: Lintas Diskursus dan Metodologis,” dalam Akhmad Sahal dan Munawir Aziz (ed.), Islam Nusantara dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan, Bandung: Mizan, 2015.

Demina, "Membumikan Nilai Budaya Lokal dalam Membangun Karakter Bangsa, (tt:tt).

Fajarini, Ulfah. “Pandangan Positif dan Negatif Terhadap Karya-karya Antropologi Islam di Indonesia,” Analisis: Jurnal Studi Keislam-an, Volume 14, Nomor 1, Juni 2014.

Gazalba, Sidi. Pengantar Kebudajaan Sebagai Ilmu, Djakarta: Pustaka Antara, 1968.

Hamim, Thoha (ed.), Resolusi Konflik Islam Indonesia, Surabaya: LSAS dan IAIN Press, 2007.

Hidayat, Komaruddin dan Gaus AF, Ahmad (e.d), Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Nusantara, Jakarta: Mizan, 2006.

Kemal, Iskandar. Pemerintahan Nagari Minangkabau & Perkemba¬ngannya: Tinjauan Tentang Kerapatan Adat, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.

Khalil, Ahmad. Islam Jawa Sufisme dalam Etika & Tradisi Jawa, Malang: UIN Malang Press, 2008.

Latif, Yudi. Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad ke- 20. Jakarta: Yayasan Abad Demok-rasi, 2012.

Lombard, Denys. Nusa Jawa Silang Budaya, Jakarta: Gramedia, 1996.

Muhajir, Afifuddin. “Meneguhkan Islam Nusantara Untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,” dalam Akhmad Sahal dan Munawir Aziz (ed.), Islam Nusantara dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebang-saan, Bandung: Mizan, 2015.

Polontalo, Ibrahim. Masuk dan Berkembangnya Islam di Gorontalo Sejak Awal Abad Ke XVI Sampai Abad Ke XIX, Artikel; IKIP Negeri Gorontalo, 2003.

Qomar, Mujamil. “Islam Nusantara: Sebuah Alternatif Model Pemikir-an, Pemahaman, dan Pengamalan Islam,” el-Harakah, Volume 17, Nomor 2, Tahun 2015.

Rahman, Arief Aulia. “Akulturasi Islam dan Budaya Masyarakat Le-reng Merapi Yogyakarta: Sebuah Kajian Literatur," INDO-ISLA-MIKA, Volume 1, Nomor 2, 2012/1433.

Ricklefs, M.C. Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 sampa sekarang. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2013.

Sunyoto, Agus. Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah. Depok: Pustaka IIMaN, 2016.

Taufik, Muhammad “Harmoni Islam dan Budaya Lokal,” Ilmu Ushuluddin, Volume 12, Nomor 2, Juli 2013.

Tugiyono, Atlas dan Lukisan Sejarah Nasional Indonesia (Jakarta: Baru, 1982), 72.

Wahid, Abdurahaman. Pergulatan Negara, Agama dan Kebudayaan, Jakarta: Desantara, 2001.

_________. “Musuh Dalam Selimut” sebuah pengantar pada buku Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Trans Nasional di Indo¬nesia, Jakarta: The Wahid Institute bekerjasama dengan Gerakan Bhinneka Tunggal Ika danMa’arif Institutem, 2009.

Widiana, Nurhuda. “Pergumulan Islam dengan Budaya Lokal: Studi Kasus Masyarakat Samin di Dusun Jepang Bojonegoro”, Teo-logia, Volume 26, Nomor 2, Juli-Desember 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v15i2.524

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF-INDONESIAN - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone: +6281299366151
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


Creative Commons Licence
Jurnal Lektur Keagamaan by Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur.