Sejarah, Bentuk dan Makna Arsitektur Gereja GPIB Bethel Bandung

Masmedia Pinem

Abstract


This article attempts to describe the history, together with the characteristic architecture of GPIB Bethel. GPIB is the abbreviation of the ‘Protestant Church in Western Indonesia’. Built in Bandung, in 1948, it is located in Jalan Wastukencana 1, in the Village of Babakan Ciamis, Sub District of Sumur Bandung, City of Bandung. This type of church structure was designed by Schoemaker, a Dutch architect, who combined and syintisized between basic needs, concepts, and values of each genre that came from developed world archictecture in that time. The model was already well-known as an “essential expression” of European Chris-tianity. Exsisted Elements of church was adapted from world development architecture in that era. The elements of mass and figure have been des-cribed as spiritual manifestations of Christianity. There is perhaps an element of art deco its architectural decoration. The church of Bethel is now a building categorized as ‘A’, meaning that it is to be conserved in its models and functions, prohibited by law from any changes to its functions - it is now a legally protected part of the Indonesian legacy.
Keywords: Church, History, Type, Architecture, Bandung.


Artikel ini ingin menggambarkan sejarah, bentuk, dan arsitektur Gereja GPIB Bethel. GPIB adalah singkatan dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat, berdiri sejak tahun 1948 dan terletak di Jalan Wastukencana No. 1, Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kotamadya Bandung. Model arsitektur yang didesain oleh Schoemaker seorang arsitek Belanda yang merupakan sintesis dari kebutuhan, konsep, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh masing-masing aliran-aliran dalam perkembangan arsitektur dunia sebagai produk arsitektur pada zamannya yang merupakan “essential expression” bagi kekristenan di Eropa. Elemen-elemen yang ada merupakan adaptasi dari pengaruh zaman yang berkembang saat itu. Elemen pada tatanan massa dan ruang serta elemen pelingkup ruang yang dijumpai memiliki makna kerohanian sebagai perwujudan nilai-nilai Kristianitas. Begitu juga elemen-elemen dekoratifnya merupakan suatu produk zaman yang dipengaruhi oleh arsitektur art deco yang sangat berkembang pada zaman itu. Gereja ini adalah termasuk salah satu tipe bangunan yang berkualitas ‘A’ dan telah dikonservasi tanpa perubahan bentuk dan fungsi yang signifikan, sehingga ia termasuk dalam kategori bangunan Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang.
Kata Kunci: Gereja, Sejarang, Bentuk, Arsitektur, Bandung.

Keywords


Gereja; Sejarang; Bentuk; Arsitektur; Bandung

Full Text:

PDF

References


Barraclough, Geoffrey. The Christian World. New York: Harry N. Abrams, Inc., 1981.

Berkhof, H. Sejarah Gereja, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2004.

Chrisdiana, Maya. Gaya Arsitektur GPIB Bethel Wastukencana dan Pengaruhnya Terhadap Penambahan Bangunan Baru, Skripsi Universitas Katolik Parahayangan, Bandung, 2006.

Culler, Jonathan. Literary Theory: A Very Short Introduc-tion New York: Oxford University Press, 1997.

Culler, Jonathan. Structuralist Poetics: Structuralism, Linguis-tics, and the Study of Literature London: Routledge and Kegan Paul; Ithaca: Cornell University Press, 1975. Revised edition: Routledge Classics, 2002.

Culler, Jonathan. The Literary in Theory Stanford: Stanford University Press, 2007.

End, Th. Van den & Weitjen J., Ragi Carita 2: Sejarah Gereja di Indonesia 1860-an-Sekarang, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2003.

Gill, Ronald. “The Morphology of Indonesia Cities: An Introduc-tion the Morphology of Colonial Setllements and Towns on Java”. Makalah pada seminar Change and Heritage in Indonesia Cities, pada 28-30 September 1988 di Jakarta.

Handinoto, “Arsitek G. C. Citroen dan Perkembangan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya (1915-1940)”, Dimensi Teknik Arsitektur No. 19 Agustus, 1993.

Jencks, Charles, Ed. 1969. Meaning in Architecture. London: Contributors and Design Yearbook, Ltd.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pusat Bahasa Depar-temen Pendidikan Nasional Jakarta, 2008.

Kusbiantoro, Krismanto, “Studi Kasus Gereja Katedral St. Petrus & GPIB Bethel Bandung” artikel di Jurusan Desain Interior Arsitektur, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha, t.t.

N, Klassen. “De Neuwe Kerk” Der Protestanche Gemeente Te Bandoeng De Ingwijding 1 Maart 1925, Bandung, N.V. Boekhandel Visser & Co, 1925.

Napitupulu, Albertus. Bentuk dan Gaya Gereja GPIB Bethel di Bandung, Skripsi UI, 2009.

Powerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1976.

Robinson, Dale A. What People Ask About the Church, 1995.

Vitruvius Pollio, Marcus. Ten Books on Architecture, translated by Ingrid D. Rowland, with commentary by others; Cam¬bridge University Press, 1999.




DOI: http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v14i2.505

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone: +6281299366151
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


View My Stats
Creative Commons Licence
Jurnal Lektur Keagamaan by Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur.