Masjid Kasunyatan Banten: Tinjauan Sejarah dan Arsitektur

Asep Saefullah

Abstract


Kasunyatan Mosque is one of the historic ancient mosques in Banten. Its existence is less popular than Masjid Agung (the Great Mosque) of Banten in Banten Lama, although both are one of the religious tourism destinations for Indonesian people. At the time of the Sultan (Shaykh) Maulana Yusuf, the second Sultan of the Sultanate of Banten, ruled between 1570-1780 AD, Kasunyatan Mosque is well known as a center of religious and scientific activities other than the Keraton Surosowan and Banten Lama. Across this mosque there is the Tomb of Sultan (Shaykh) Maulana Yusuf which is crowded by the public. This research paper endeavors to describe of how Kasunyatan Mosque in Banten as one of historic places of worship. The research uses historical and architectural approach in understanding and analysing data. Based on this research, it is understood that the Kasunyatan Mosque shows its ancient features in its rectangular shape, solid or massive foundations, thick walls, short mihrab, and pulpits and the Friday sermons in the form of a double-edged sword. Although it has renovated and improved, but the original structure remains visible and its authenticity is maintained. On the southwest side there is also a massive tower, as one of the hallmarks of ancient tower buildings. One of the legacies that is still passed by the present generation is in case  of educative and religious function  of the mosque itself as a center of religious teaching and learning in which the Madrasah Diniyah  (religious School) and regular religious study (majlis taklim) is built and being carried out up to now, besides enabling for other religious activities and ceremonies such as regular religious teaching, the commemoration of Islamic Memorial Days such as Mawlid an-Nabi (Celebrating Prophet Muhammad's Birthday), Isra Mi’raj, Orphans Benefit, and also the haul of Shaykh Maulana Yusuf.

Keywords: Kasunyatan, Ancient Mosque, Banten, Maulana Yusuf, Architecture, historical and architectural perspective

 

Masjid Kasunyatan merupakan salah satu masjid kuno bersejarah di Banten. Keberadaannya kurang popular dibandingkan dengan Masjid Agung Banten di Banten Lama, meskipun dua-duanya merupakan salah satu tujuan wisata religi bagi sebagian masyarakan Indonesia. Pada masa Sultan (Syekh) Maulana Yusuf, sultan kedua dari Kesultanan Banten, berkuasa antara 1570-1780 M., Masjid Kasunyatan dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan keilmuan selain di sekitar Keraton Surosowan dan Banten Lama. Di seberang masjid ini terdapat Makan Sultan (Syekh) Maulana Yusuf tersebut yang ramai diziarahi masyarakat. Berdasarkan penelusuran, Masjid Kasunyatan memperlihatkan ciri-ciri kekunoannya pada bentuknya yang segi empat, fondasi padat atau massif, dinding tebal, mihrab pendek, dan mimbar serta tongkat khotib Jum'at berupa pedang bermata dua. Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi struktur aslinya tetap terlihat dan keasliannya dipertahankan. Di sisi sebelah barat daya terdapat juga menara yang massif, sebagai salah satu ciri bangunan menara kuno. Salah satu peninggalannya yang tetap diteruskan oleh generasi sekarang adalah dalam hal pemeranan fungsi pendidikan dan keagamaan, dimana Madrasah Diniyah dan pengajian rutin dibangun dan diselenggarakan, selain untuk pelaksanaan berbagai acara kegiatan keagamaan seperti peringatan hari-hari besar keagamaan, seperti Maulid Nabi Muhammad Saw., Isra Mikraj, Santunan Anak Yatim, dan juga acara haul Syekh Maulana Yusuf.

Kata Kunci: Kasunyatan, Masjid Kuno, Banten, Maulana Yusuf, Arsitektur


Keywords


Kasunyatan; Masjid Kuno; Banten; Maulana Yusuf; Arsitektur;

Full Text:

PDF-INDONESIAN

References


Abd. Ghofur. 2015. menulis “Perspektif Hisoris Arkeologis tentang Keragaman Bentuk-Bentuk Masjid Tua di Nusantara”. Sosial Budaya: Media Komunikasi Ilmu-Ilmu Sosial dan Budaya, 12(1): 68-79.

Abdullah, Taufik, dkk. 1991. Sejarah Umat Islam Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia

Abdurrahman, M. Kasim. 2014. “Arsitektur Masjid Jami’Sulthan Ayyub Sanggau”. Jurnal Lektur Keagamaan, 12(1): 235-256.

Ahmad, Zainal Abidin. 1979. Ilmu Politik Islam V: Sejarah Islam dan Umatnya sampai Sekarang (Perkembangannya dari Zaman ke Zaman). Jakarta: Bulan Bintang.

Ambary, Hasan Mu’arif. 2001. Menemukan Peradaban Peradaban Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Ciputat: Logos Wacana Ilmu.

De Graaf, H.J. dan Pigeaud, Th. G. Th. 1985. Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa, Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafiti Pers.

Disbudpar Prov. Banten. 2009. Jelajah Pesona Wisata Banten Indonesia, Serang: Disbudpar Prov. Banten.

Fahrudin, Ali. 2013. “Pusat Kajian Islam Melayu: Studi Peran Masjid Sultan Riau Masa Lalu”, Jurnal Lektur Keagamaan, 11(2): 405-428.

Ghazali, Adeng Mukhtar. 2010. “Peran Sunan Gunung Djati dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat”, Jurnal Lektur Keagamaan, 8(1): 135-158.

Hadiwibowo, Tubagus Umar Syarif. 2013. “Perkembangan Kesultanan Banten Pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Yusuf (1570-1580)”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.

Imansyah, Retno Kartini S. 2013. “Islamisasi Jawa Bagian Selatan: Studi Masjid Gala Sunan Bayat Klaten”. Jurnal Lektur Keagamaan, 11(2): 429-454.

---------. 2017. “Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima; Arsitektur, Misi Agama dan Kekuasaan”. Jurnal Lektur Keagamaan, 15(2): 390-419.

Kholis, Nurman. 2012. “Mimbar dan Podium: Kajian atas Masjid Kuno di Nanggroe Aceh”. Jurnal Lektur Keagamaan, 10(2): 435-450.

Kuntowijoyo. 1991. Paradigma Islam, Interpreasi untuk Aksi, Bandung: Mizan.

Nadya, Alya. 2017. “Gaya Arsitektur Masjid Kasunyatan, Masjid Tertua di Banten” dalam Prosiding Seminar Heritage IPLBI (Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia), Cirebon, 21 Juni, h. A311-A316.

Nasution, Isman Pratama. 2004. “Menara Masjid Kuno Indonesia: Suatu Survei dan Studi Kepustakaan”. WACANA, 6 (1): 27-40.

---------. 2016. “Nama-nama Masjid Kuno di Nusantara dan Aspek yang Melatarbelakangi: Tinjauan Toponimi dan Arkeologis” dalam E-Prosiding Seminar Nasional Toponimi: “Toponimi dalam Perspektif Ilmu Budaya”. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Depok, 3 November 2016, h. 122-139. Dikases 25/09/2017.

Pijper, G.F. 1984. “Mesjid-Mesjid di Pulau Jawa”, dalam Pijper, G.F., Beberapa Studi tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950. Terjemahan Tudjimah dan Yessy Augustdin. Jakarta: Penerbit UI Press, h. 14-66.

---------. 1992. Empat Penelitian tentang Agama Islam di Indonesia 1930-1950. Jakarta: UI Press.

Pudjiastuti, Titik. 2015. Menyusuri Jejak Kesultanan Banten. Jakarta: Medatama Widya Sastra.

Rohman, A. 2002. “Peranan Desa Kasunyatan dalam Pendidikan Islam Pada Masa Sultan Maulana Yusuf”. Skripsi. STAIN Sultan Maulana Hasanuddin. Serang, Banten.

Saefullah, Asep. 2013. “Masjid Ampel di Amlapura Karangasem: Salah Satu Bukti Keberadaan Islam di Pulau Dewata”. Jurnal Lektur Keagamaan, 11(2): 339-370.

Tim Fak. Adab IAIN Jakarta. 1985/1986. “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Banten”. Laporan Penelitian. Jakarta: Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, IAIN Syarif Hidayatullah.

Tjandrasasmita, Uka. 2009. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Widinanda, Vitra. 2009. “Menara-Menara Masjid Kuno di Pulau Jawa Abad ke-16-19 (Tinjauan Arsitektural dan Ragam Hias”. Skripsi, Program Studi Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Depok.

Informan/Narasumber

Hudari, Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kota Serang, Wawancara, 27 April 2017, di Serang Banten.

Tb Romli Mamun, Wawancara, 4 Mei 2017, di Kasunyatan, Kasemen, Serang, Banten.

Rosadi, Wawancara, 5 Mei 2017, di Kasunyatan, Kasemen, Serang, Banten.

Nawawi, Wawancara, 9 Mei 2017, di Kasunyatan, Kasemen, Serang, Banten.

Website

Fakhruddin, Muhammad, “Melacak Jejak Kesultanan Banten (Bag 1)”, http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/-12/11/29/me8071-melacak-jejak-kesultanan-banten-bag-1?fb_comment_id=560343767325016_1175¬18912. Diakses 22/09/2017.

Puspitorini, Dewi, “Masjid Kasunyatan, Tanda Rasa Hormat kepada Guru”, http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/2016/09/16/masjid-kasunyatan-tanda-rasa-hormat-kepada-guru/-, upload September 16, 2016. Diakses 22/09/2017.

Tohir, Muhamad. “Masjid Kasunyatan Masjid Pembuka Islam di Banten”, http://www.bantenraya.com/component/content/article/3-serang-raya/6723--masjid-kasunyatan-masjid-pembuka-islam-di-banten. Diunggah 09 Juli 2014. Diakses 22/09/2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v16i1.486

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF-INDONESIAN - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone: +6281299366151
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


Creative Commons Licence
Jurnal Lektur Keagamaan by Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur.